Strategi Pemulihan Ekonomi Pasca Covid – 19 Di Kota Pangkalpinang

SHARE

Selasa, 21 Desember 2021, Telah berlangsung FGD dengan tema Strategi Pemulihan Ekonomi Pasca Covid–19 Kota Pangkalpinang yang dilaksanakan di Gedung Tudung Saji. FGD yang diinisiasi Bappeda ini dihadiri oleh Walikota Pangkalpinang, didampingi Sekretaris Daerah, Kepala Bappeda & Litbang, dan menghadirkan narasumber Kepala Kantor Pelayanan Pembendaharaan Negara Kota Pangkalpinang, Kepala Badan Pusat Statistik Kota Pangkalpinang, Kepala Deputi Bank Indonesia Kepulauan Bangka Belitung, hadir juga dari OPD- OPD terkait. Dalam sambutan dan paparannya walikota menjelaskan bahwa mengenai pemulihan ekonomi pasca covid-19, perlu mempertimbangkan sektor- sektor yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi seperti sektor perdagangan yang merupakan ciri perkotaan. Maulan Aklil juga menyebutkan bahwa besaran garis kemiskinan di kota Pangkalpinang lebih tinggi dibandingkan kota- kota lainnya di Indonesia.

Walikota juga mengharapkan agar OPD terkait selalu berpatokan dengan data yang akurat dan terupdate terutama data sektoral yang menjadi tanggung jawab pemerintah Kota Pangkalpinang untuk mengambil kebijakan tepat dalam rangka pemulihan ekonomi pasca Covid-19. PAD (Pendapatan Asli Daerah) perlu ditingkatkan agar dapat mendukung program-program strategis dan prioritas. Walikota menambahkan perlu dibentuk Dinas Pendapatan terpisah dari Badan Keuangan Daerah, dan untuk Dinas Penanaman Modal, PTSP dan Tenaga Kerja perlu tempat yang representatif sehingga para investor yakin untuk menanamkan modal dan membuka usaha yang dapat menyerap banyak tenaga kerja lokal di Kota Pangkalpinang.

Sementara Kepala Badan Pusat Statistik Kota Pangkalpinang memaparkan tentang Perekonomian Kota Pangkalpinang pada masa pandemi covid-19, di mana Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) di Kota Pangkalpinang di tahun 2021 mengalami peningkatan, dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di tahun 2021 mengalami penurunan, untuk perkembangan inflasi tahun 2021 sebesar 2,30%. BPS juga sudah menyiapkan untuk tahun 2022 akan melakukan Sensus Penduduk Longform, Survey Biaya Hidup, Pemetaan Sensus Pertanian 2023.

Sedangkan Kepala Deputi Bank Indonesia Kepulauan Bangka Belitung memaparkan tentang kondisi ekonomi terkini di Kota Pangkalpinang. Bank Indonesia juga sudah mengeluarkan uang yang besar agar dampak pandemi bisa teratasi dengan harapan tidak ada lonjakan covid – 19 di tahun 2022. Bank Indonesia juga menargetkan inflasi di tahun 2022 berada di kisaran 2 – 4 %. Beberapa komoditi Bangka Belitung yang tergantung dengan daerah lain diharapkan bisa lepas, serta pentingnya UMKM sebagai penyokong perekonomian di Pangkalpinang.

Sebagai penutup Walikota menginginkan tiga hal penting untuk diperhatikan yaitu jasa perdagangan besar dan kecil, industri dan kontruksi, karena Walikota mempunyai tujuan agar 218.569 masyarakat bisa tersenyum bahagia.